Selasa, 06 Juli 2010

(masih) Sempak Segitiga

Sempak Segitiga Rumbai-Rumbai.

Ini adalah gelar ter-spektakuler sekaligus paling seronok yang pernah saya temui. Bagaimana tidak kami berada di sebuah persimpangan antara ekspresi kreativitas dan tuntutan moralitas.
Ibarat belok kiri kena, belok kanan nabrak (kalau begitu lurus saja, tapi inilah bagian
tersulitnya).

Tergantung bagaimana presepsi khalayak masyarakat ramai. Apabila pemikiran yang sempit bin
cupet pasti suatu hal yang horor akan terlintas sejurus setelah mendengar kumpulan frase ini.

SEMPAK SEGITIGA adalah sebuah akronim yang hampir dapat dipastikan dibuat dengan tidak
menghiraukan kaidah pembentukan sebuah akronim dalam ejaan yang disempurnakan. (Ya,
kami telah mengkhianati W.J.S Poerwodarminto)

Se puluh liMa koMPAK SEmangat berGIzi TIdak nGAmbleh RUkun BAhagia damAI seRU Mambu leBai.

Untaian kata pengukuh eksistensi plus pengharapan dan doa.

Layaknya sebuah negara kecil, SSRR (akronim yang masih pula disingkat), merupakan sebuah
miniatur yang lengkap dengan bebrbagai keanekaragaman. Dari berbagai tempat yang tersebar
di republik ini, berbondong-bondong berkumpul menyongsong masa depan di Padmanaba.
Berkumpul di bawah naungan layar SEMPAK, kami mengarungi biduk bersama-sama. (Ya, ini ciri-ciri sempakers, lebai dalam penyampaian). Berlandaskan semboyan Sepuluh lima kompak,
kami bersama-sama membangun mimpi. (Bukan. Kami tidak lantas tidur bersama-sama agar
bisa mimpi bareng. Tidak. Anda salah paham)

Ibarat mengulum permen, kami pun mengecap manisnya kebersamaan, namun terlalu banyak
rasa manis dapat pula membuat pahit. Begitu pula kami, ada kalanya kami menemukan
benturan-benturan kecil. Namun pula, ibarat mencocol sambal, benturan kadang membuat
pedas dan kadang pula perih, tetapi itu lah bagian yang sulit dilupakan.

Kalau bicara masalah sakit hati, sebal, sepet, senep, pasti pernah saya alami. Ada kalanya saya
tidak bisa menerima thinking concept rekan-rekan sempakers yang lain, begitu pun sebaliknya.
Tapi toh, kepribadian manusia itu bulat, bila kita melihat salah satu sisinya, maka sisi yang lain
tidak akan tampak. Itulah mengapa wilayah di bumi tidak memperoleh pancaran matahari sama
banyak (Tentu masih ingat Pak Miju dengan faktor-faktor pembentuk cuaca-nya). Maka, ketika
saya menemui etape sebel, sengit, sepet, senep itu, barangkali saya baru menghadapi bagian
yang peyok dari sebuah bola dan bagian yang mulus sedang tidak tampak.

Apakah saya adalah figur yang menyenangkan? Sebagian sempakers menganggap saya ini
medhit, pelit, uthil, pokil, kikir, kikrik, de el el gara-gara saya tidak akan pernah mau dimintai
jawaban ketika ujian. Meskipun, saya juga sama sekali belum pernah meminta jawaban dari
siapa pun dalam bentuk apa pun(puyer,tablet, atau sirup). Itu tidak mendidik! Tidak bisa ya tidak bisa, mampu ya mampu, remidi ya remidi, lulus ya lulus. Tapi, beda perkaranya kalau belajar bersama atau diskusi.

Banyak pelajaran yang saya peroleh dari SSRR, mulai dari kerja keras, dedikasi, idealisme, ilmu
dagang, hingga ilmu menjilid laporan praktikum yang dapat menghemat dana sampai 5000
rupiah bahkan lebih.

Tidak terasa 1 tahun sudah berjalan, waktu yang cukup untuk membuat Wulan benar-benar
kehilangan kemampuan berekspresinya, kumis Awing lebih lebat, Luthfi makin tinggi, Kiki
makin gembul, dan Reno alay menjadi-jadi. Namun, tidak pernah cukup untuk mengenal pribadi
masing-masing sempakers yang ajaib ini. Setiap individu punya sisi-sisi yang tidak sederhana
untuk dijelaskan. Dan 36 misteri itu akan selalu menjadi keajaiban yang tidak akan saya
lupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar